Digitalisasi UMKM untuk Kemajuan Ekonomi Lokal Desa Bontomanai

 Mendorong Ekonomi Lokal Melalui Digitalisasi Branding UMKM di Desa Bontomanai

Oleh: Jeand Angellycha Marampa
KKN-T Gelombang 113 Universitas Hasanuddin
Desa Bontomanai, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto
19 Desember 2024 – 13 Februari 2025


Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dituntut untuk ikut beradaptasi. Branding yang kuat dan kehadiran di ranah digital menjadi kunci penting untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing. Hal inilah yang mendorong saya, sebagai mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 113 Universitas Hasanuddin, untuk menjalankan program kerja bertajuk “Digitalisasi Branding UMKM untuk Memajukan Ekonomi Lokal” di Desa Bontomanai, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto.

Melihat Potensi UMKM Desa

Desa Bontomanai memiliki banyak pelaku UMKM yang berkontribusi nyata terhadap perekonomian masyarakat setempat. Mulai dari penggilingan beras, pemotongan daging, produksi gula merah, hingga olahan jagung tradisional seperti bassang, seluruhnya mencerminkan kearifan lokal yang kaya akan potensi.

Sayangnya, sebagian besar pelaku UMKM belum memiliki identitas merek yang kuat dan masih belum memanfaatkan media digital secara optimal. Produk mereka umumnya hanya dikenal di lingkungan sekitar, dan promosi masih dilakukan secara konvensional dari mulut ke mulut. Melihat hal ini, saya merasa perlu untuk turut hadir membantu dari sisi digitalisasi dan penguatan branding.

Langkah-Langkah Program

Program ini dimulai dengan pemetaan UMKM lokal yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Setelah itu, dilakukan proses identifikasi kebutuhan masing-masing pelaku usaha, mulai dari desain logo, label kemasan, hingga kebutuhan media sosial.

Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam program ini antara lain:

  • Desain Logo dan Label Produk: Memberikan identitas visual pada produk UMKM agar lebih menarik dan profesional.
  • Pembuatan Linktree: Menyediakan profil perusahaan secara digital yang mencakup lokasi, kontak, dan lain-lain.
  • Pembuatan Google Maps: Membuatkan titik UMKM di google maps agar lebih mempermudah navigasi menuju UMKM.

Sosialisasi Pentingnya Digitalisasi UMKM

Sebagai bagian dari program ini, saya juga mengadakan sosialisasi kepada warga Desa Bontomanai pada tanggal 3 Februari 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan pentingnya digitalisasi dalam pengembangan usaha, khususnya di era serba online saat ini.

Dalam sosialisasi tersebut, saya menjelaskan tentang manfaat membangun merek yang kuat, cara-cara sederhana memasarkan produk melalui media sosial, serta bagaimana digitalisasi bisa membuka peluang pasar yang lebih luas tanpa harus meninggalkan desa. Acara ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, dan menjadi momen penting untuk memperkuat kesadaran bersama bahwa UMKM desa juga bisa naik kelas melalui teknologi.


Penyerahan Logo sebagai Simbol Sukses Program

Sebagai puncak dari rangkaian kegiatan, saya melakukan penyerahan logo hasil desain digital kepada masing-masing pemilik UMKM yang terlibat dalam program ini. Momen ini menjadi simbol dari keberhasilan digitalisasi awal yang dilakukan selama masa KKN. Dengan identitas visual yang baru, pelaku UMKM merasa lebih percaya diri dalam memasarkan produk mereka, baik secara offline maupun online.

Logo-logo yang dibuat dirancang dengan mempertimbangkan karakter produk, nilai lokal, dan estetika modern agar tetap relevan dan menarik di mata konsumen saat ini.

Dampak dan Hasil yang Dirasakan

Melalui program ini, beberapa UMKM di Desa Bontomanai berhasil memiliki logo dan label produk sendiri. Mereka kini juga mulai mengenal cara mengambil gambar produk yang menarik, serta memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan produk mereka ke khalayak yang lebih luas. Meskipun belum sepenuhnya optimal, perubahan kecil ini menjadi langkah awal yang penting dalam proses digitalisasi UMKM desa.

Beberapa UMKM yang terlibat dalam program ini antara lain:

  • Nddy Cake
  • Armando Bakery

Tantangan di Lapangan

Tentu, proses ini tidak lepas dari tantangan. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan akses terhadap perangkat digital dan pemahaman awal yang masih minim terkait media sosial. Namun, melalui pendekatan personal dan pelatihan yang sederhana, pelaku UMKM mulai menunjukkan antusiasme dan keinginan untuk belajar.

Penutup

Program digitalisasi branding UMKM ini merupakan langkah kecil namun bermakna dalam upaya memajukan ekonomi lokal di Desa Bontomanai. Harapannya, inisiatif ini bisa menjadi titik awal bagi pelaku UMKM untuk lebih percaya diri menampilkan produk mereka ke dunia luar, serta membuka peluang pasar yang lebih luas melalui platform digital.

Sebagai mahasiswa, saya merasa terinspirasi oleh semangat para pelaku usaha di desa ini. Mereka mengajarkan bahwa keberlanjutan ekonomi lokal tidak hanya bergantung pada modal, tetapi juga pada kolaborasi, kreativitas, dan kemauan untuk beradaptasi dengan zaman.

Komentar